Wajah siapa yang tidak cerah apa bila ada yang memberikan uang dengan percuma? Pasti semua orang akan sangat senang tanpa menolak ataupun bertanya adanya jawaban terimakasih.
Tapi saat ini aku belajar sangat berharga jelas penghasilan mungkin jauh dari cukup tapi jiwanya sangat mulia.
Petugas kebersihan kamar mandi kereta karena aku ada rejeki lebih aku pengen berbagi dengan memberikan imbalan pada saat dia lagi bekerja membersihkan sisa kotoran di dalam toilet.
Betapa tercenganya aku setelah ku sodorkan uang, dengan yang dalam benaku akan terbayang wajah yang ceria dan penuh bahagia tapi malah wajah takut menatapku dan mengucapkan pak tidak usah saya di gaji kok sambil tangan tetap menggengam tangkai sikat panjang dan kucoba cari kantong di bajunya beliau tetap berusaha menolak setengan memaksa saya cari tangan dan ku selipkan diantara tangkai gagang sikatnya dan ku berkata udah nggak papa sambil kutinggal pergi karena malu sama diriku sendiri
Tanpa ku toleh entah apakan di terima atau di simpan saya sudah malu malu sama diri sendiri ternyata sekarang mulai susuah untuk berbagi dengan sesama apakan ini tandanya hari akhir sudah dekat.
Teringat aku akan tanda hari akhir sodakoh, infa, zakat tiada yang mau nerima semua pengen mengeluarkan untuk mencari amal dengan hartanya atau mungkin rasa bersukurnya hati atas penghasilan dengan tetesan keringan halal yang lebih berkah dari pada menerima dan mengharap dari orang.